Rehabilitasi Narkoba Gratis Di Unitra Bagi Pecandu Sumatera Barat

Penderita narkoba yang akan menjalani rehabilitasi narkoba sering kali terhambat masalah biaya, mulai dari perawatan hingga terapi yang dilakukan membutuhkan dana yang tidak sedikit. Belum lagi mereka yang relapsed (kambuhan) dan kembali lagi menggunakan barang-barang yang membuat mereka kecanduan.

Ada sebuah tempat rehabilitasi yang disebut dengan Kampus Unitra (universitas terapi dan rehabilitasi), di Lido, Bogor, Jawa Barat, yang berada di bawah pengawasan langsung Kalakhar Badan Narkotika Nasional (BNN) yang menampung pecandu narkoba secara gratis.

"Kami menggunakan istilah kampus agar jauh dari bayang-bayang bahwa pusat rehabilotasi orang ketergantungan narkoba sangat menyeramkan," kata dr Indrarini Listiowati yang diundang sebagai pembicara dalam acara seminar bertajuk Rehabilitasi Pecandu Napza Suntik, Sebagai Bagian dari Harm Reduction, beberapa waktu lalu, di Jakarta, mewakili Unit Pelayanan Teknis Terapi dan Rehabilitasi (UPT T&R) yang di dirikan BNN, Lido, Jawa Barat.

Kampus tempat orang-orang menjalani rehabilitasi ini menggunakan metode terapi Medical Base, Social Base, Faith Base dan Alternative Base.

"untuk medical base sendiri berupa detoksifikasi, pelayanan rawat jalan, pelayanan penunjang medis, penanganan komlikasi akibat dampak penggunaan narkoba, pelayanan psikoterapi, serta penanganan problem kejiwaan," ujar Indrarini.

Medical base ini biasanya terdapat akupunktur medik dan herbal therapy bagi mereka yang mengalami gejala putus zat (sakaw), sehingga diharapkan dnegan menggunakan akupunktur dapat mengurangi rasa nyeri akibat gejala putus zat yang timbul.

Social base meliputi therapeutic community. Yakni sebuah terapi yang meliputi perhatian, perlindungan serta mendukung perkembangan secara fisik, mental, emosional, dan spritual yang seimbang. Dan perpaduannya dengan 12 langkah Narcotic Anonymous yang dapat berpengaruh besar terhadap proses pemulihan pecandu narkoba, isi dari 12 langkah ini meliputi sikap kepasrahan para pasien yang akan direhabilitasi dan rasa optimis akan kesembuhannya.

Faith base, yang merupakan program terapi yang melibatkan unsur agama yang disesuaikan dengan agama yang dianut para pasien. "untuk yang beragama Islam, biasanya kami mengundang ustadz atau pembicara untuk berceramah, demikian halnya untuk yang beragama lain," ujar Indrarini. Dalam program ini para korban penyalahgunaan narkoba diberikan pembekalan spiritual dengan metode keagamaan sesuai dengan ajaran agama yang dianutnya.

Alternative base, seperti meditasi, hypnotherapy dan tenaga prana untuk menenangkan pikirannya.

Setelah pasien diterapi, ada pendekatan after care. "untuk after care sendiri, mereka diberikan workshop untuk kegiatan seni, dan pembekalan yang bisa menambah ketrampilan mereka seperti perbengkelan, elektronika, pertamanan, perikanan, dan peternakan." tutur Indrarini. Ia juga menambahkan, dengan adanya pembekalan ini diharapkan ketika kembali ke masyarakat mereka memiliki ketrampilan khusus agar bisa mandiri.

Untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi SATGAS - JD Sumatera Barat :


Budi Kurniawan / Konselor Adiksi
Hp. 0812 66 22 1111.
E-mail : bondol77@yahoo.co.id

Lia Agustin Arif / Konselor Adiksi
Hp. 0813 10 32 5051.
E-mail : titien_81@yahoo.com

0 komentar:

Posting Komentar